Feeds:
Pos
Komentar

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.

Lanjut Baca »

Iklan

Bahaya Bid’ah

A. Muqaddimah

Tidak diragukan lagi bahwa Allah swt mewafatkan Rasul-Nya Muhammad saw setelah beliau menuntaskan tugas kewajiban menunaikan amanah risalahnya, menjelaskan wahyu yang diturunkan kepadanya dengan mengajarkan kepada manusia segala yang dibutuhkan baik yang berkaitan dengan aqidah, syariah, muamalah demi keselamatan umat itu sendiri di dunia sampai di akhirat kelak. Sehingga sempurnalah sudah dienul Islam ( الدين ) sebagai satu-satunya agama yang diridloi Allah.

“pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS : 5 : 3). Lanjut Baca »

SHALAT GHAIB

عَنْ جَابِرٍ اَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلّى عَلى اَصْحَمَةَ النَّجَاشِيِّ فَكَبَّرَ عَلَيْهِ اَرْبَعًا. متفق عليه

“Dari Jabir, bahwa Nabi saw. pernah menshalati Ash-hamah – raja Najasyi, kemudian ia takbir empat kali.”  (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) Lanjut Baca »

 Khutbah Idul adha di PPMI Assalaam tahun 1423 H

 الســـلام عليكم ورحمة الله وبر كاته

الحمد لله : الذى انزل القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ذوالجلال والاكرام.

 واشهد ان محمدا عبده ورسوله سيد الايام. اللهم صلى وسلم عليه وعلى اله وصحبه الكرام. وكل من تبعه الى يوم القيام. وصل وسلم وبارك على أبى الانبياء ابراهيم وزوجته هاجر وابنه اسماعيل عليهم السلام.

امابعد : فيآايها المسلمون الكرام أوصيكم ونفسى بتقوىالله إتقوا الله وطاعته لعلكم ترحمون.

واعلموا ان هذا الشهر شهر عظيم. وان هذا اليوم هى عيدنا أهل المسلمين. واذكروا لأن قصة إبراهيم أسوة حسنة لمن أراد اتباع الملة الحنفية، وزوجته هاجر وابنه إسماعيل عليهم السلام.

الله اكبر الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لااله الاالله وحده صدق وعدة ونصر عبده واعزجنده وهزم الأحزب وحده لااله الا الله الله اكبر  الله اكبر ولله الحمد. 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Lanjut Baca »

MUQADDIMAH

Semangat khiththah Assalaam untuk selalu konsisten menegakkan sunnah dan memerangi bid’ah, khurafat, takhayul, syirik serta berbagai ideology (faham) yang berseberangan dengan syari’ah Islam –khususnya di lingkungan Assalaam—harus tetap kita lestarikan dengan segala daya dan cara. Amanah ini secara terus menerus harus difahamkan, diyakinkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di kalangan keluarga besar PPMI Assalaam pada umumnya dan santri pada khususnya. Di sini santri mendapatkan pengkhususan karena mereka lah yang nanti akan menyebar di seluruh pelosok tanah air, tempat mereka berasal, untuk mengingatkan keluarga mereka, masyarakat mereka dan kaum mereka sekembali mereka dari pesantren, sebagai salah satu wujud dari missi Assalaam

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi mu’minin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (at-Taubah:122) Lanjut Baca »

  1. Telah menjadi keyakinan kita bahwa agama Islam sudah sempurna, Muhammad Rosulullah SAW telah menyampaikan seluruh Risalah Allah SWT, hal ini telah disaksikan oleh para sahabat, serta generasi yang datang berikutnya. Kewajiban kita umat Islam menerima seluruh ajaran Islam tersebut secara utuh dan konsekuen, artinya tidak perlu ditambah, dikurangi, serta dilarang mengikuti subul (jalan-jalan) selain yang telah digariskan oleh beliau, karena pasti akan menyebabkan perselisihan dan perpecahan. (Qs: 59. 7) (Qs. 6 : 153)
  2. Dalam menentukan awal dan akhir Ramadhan Rosul SAW dengan tegas dan jelas memberikan pelajaran kepada kita umat Islam secara mudah dapat dikerjakan oleh semua orang, inilah ciri khas ajaran Islam, hal ini telah diamalkan/dipraktekkan Rosulullah SAW, para Sahabat, Tabi’in, Tabi’it –Tabi’in, sampai pada para Imam yang empat  serta para salafus sholih  dan ulama-ulama yang benar benar konsekwen mengikuti sunah Rosulullah SAW. Yaitu bahwa awal dan akhir  Ramadhan ditentukan oleh “RU’YATUL HILAL  tidak dengan cara-cara lain hasil dari rekayasa manusia. Hilal dianggap sebagai pertanda awal bulan jika telah terlihat dan diberitahukan kepada pihak lain, bukan dalam hitungan (hisab). Lanjut Baca »

Sejarah ‘Iedain (عيدين)

Yang dimaksud adalah dua hari raya Iedul Fithri dan Iedul Adh-ha. Tidak ada hari raya lain dalam Islam yang disyariatkan kecuali dua hari raya tersebut. Pada hari raya itu umat Islam diwajibkan mendirikan shalat, yang dinamakan shalat ‘Ied.

 

Shalat ‘Ied ini di syariatkan pada tahun kedua Hijriah di Madinah. Jauh sebelum Rasulullah saw. tiba di Madinah, penduduk Madinah mempunyai dua macam hari raya yang terkenal dengan nama an Nairuz (النيرز) dan al Mahrajan (المحرجان).

 

An Nairuz adalah hari pertama awal tahun yang dihitung berdasarkan peredaran matahari. Sedangkan al Mahrajan adalah hari bertepatan dengan munculnya bintang al Mizan (Libra), pada hari tersebut udara sangat sejuk, suhu udara sedang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin; panjangnya malam sama dengan panjang siang harinya. Lanjut Baca »